Minggu, 04 Mei 2014

Dampak Penerapan PSAK Revisi No 16, 46, 50, 55 dan 60 Pada Laporan Keuangan PT Pudjiadi Prestige, Tbk



NAMA            : NOVA FARHAN SEPTIANI
NPM               : 25210041
KELAS           : 4EB09


PT Pudjiadi Prestige merupakan perusahaan yang bergerak dibidang bisnis property dan real estat nasional. Untuk menggambarkan keadaan keuangan perusahaannya maka dibutuhkan laporan keuangan perusahaan. Dalam laporan keuangan perlu adanya keputusan persyaratan standar akuntansi keuangan. Adapun tujuan penerapan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yaitu untuk memberikan informasi yang relevan bagi pengguna laporan keuangan. Dalam topik ini, saya akan membahas mengenai penerapan PSAK Revisi No. 16, 46, 50, 55 dan 60 pada laporan keuangan PT Pudjiadi Prestige, Tbk tahun 2011 yang akan disajikan pada laporan keuangan pada tahun yang bersangkutan dengan tahun 2011 yang akan disajikan pada tahun yang akan datang (2012).
            Efektif tanggal 1 Januari 2012 Penerapan PSAK No. 16 (revisi 2011) mengenai aset tetap memiliki dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan perusahaan. Pada aset tetap biaya pemeliharaan dan perbaikan juga sudah sesuai dengan PSAK. Tidak adanya perbedaan antara tahun 2011 yang sedang berjalan dengan tahun 2011 yang disajikan di masa yang akan datang. Namun, apabila tanah disusutkan maka dampak yang akan terjadi yaitu terjadi selisih biaya akumulasi penyusutan. Terjadinya hal tersebut dapat mempengaruhi besarnya aset tetap terhadap laporan keuangan perusahaan.
Efektif tanggal 1 Januari 2012 Adanya penerapan PSAK No. 46 (revisi 2010) tentang pajak penghasilan yang dampaknya dapat berpengaruh terhadap laporan keuangan. Dilihat dari laba kena pajak bahwa dihitung berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Ini sudah sesuai dengan PSAK No. 46 (revisi 2010). Kemudian perbedaan temporer adalah perbedaan antara jumlah tercatat aset atau liabilitas pada posisi keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya. Perbedaan temporer pada tahun berjalan ini akan terpulihkan di tahun-tahun yang akan datang sehingga perlu disajikan dalam laporan keuangan. Apabila di tahun yang akan datang tidak disajikan besarnya pajak pada neraca dan laba rugi maka laporan keuangan bisa saja menyesatkan pembacanya. Karena bisa saja perusahaan membayar besaran pajak yang kecil sedangkan potensi hutang pajaknya besar di masa yang akan datang atau sebaliknya. Akan tetapi, PT Pudjiadi Prestige menyajikan pajak tangguhan di tahun yang akan datang.
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK 50 (Revisi 2010) mengenai Instrumen Keuangan: Penyajian, PSAK 55 (Revisi 2011) mengenai Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran dan PSAK 60 mengenai Instrumen Keuangan: Pengungkapan. Secara keseluruhan dampak PSAK tersebut berpengaruh terhadap laporan keuangan karena pada laporan keuangan sangat diperlukan instrumen keuangan tersebut. Dimana diharapkan adanya instrumen keuangan dapet dimengerti oleh para pengguna laporan keuangan. Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut yang dapat mempengaruhi secara langung laba atau rugi perusahaan. Oleh karena itu PSAK tersebut sangat berpengaruh terhadap laporan keuangan perusahaan.
 

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar