Tiap kali mendengar kata “pegadaian” yang terpatri dalam pikiran orang awam adalah tempat terakhir ketika terpepet dalam hal financial. Orang datang ke Pegadaian untuk menggadakan barang mereka seperti elektronik dan kendaraan bermotor guna mendapatkan dana segar. Sering kali masyarakat itu ada perasaan yang datang ke pegadaian hanya orang kepepet. Mereka jadi malu karena statusnya. Sejak 2008 pegadaian berinovasi dengan menyediakan layanan bagi masyarakat golongan ekonomi menengah berupa investasi logam mulia atau emas. Nilai investasi itu bervariasi, dari 5 gram hingga 10 kilogram.
Suwhono, Direktur Utama Perum Pegadaian ingin mengubah paradigma investasi bahwa low risk low income, high risk high income atau keuntungan hanya bisa diperoleh dengan risiko. Menurutnya, meski emas dikategorikan sebagai berisiko rendah, bisa memiliki pendapatan besar. Emas merupakan low risk karena harganya relative stabil dan cenderung meningkat. Dalam kurun waktu tertentu ada yang turun, tapi jika kita tarik secara empiris, 3-4 tahun atau satu tahun saja pasti ujung grafiknya naik. Dengan dasar tersebut, Perum Pegadaian menempatkan investasi emas itu untuk melengkapi produk-produk yang telah dikeluarkan sebelumnya. Hal itu termasuk produk seperti pembiayaan gadai dan non-gadai, baik konvensional maupun syariah.
Sumber : Media Cetak "Media Indonesia"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar